Istilah Introvert, Extrovert dan Ambivert untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang psikolog dari Swiss, Carl Gustav Jung, dalam bukunya berjudul Psychologische Typen.
Namun banyak yang salah menangkap sifat-sifat individu yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung. Masih banyak yang mengira bahwa introvert sama artinya dengan anti sosial (ansos). Banyak orang mengklaim dirinya sebagai introvert dan membuat excuse untuk menarik diri dari pergaulan.
Kebanyakan orang menganggap bahwa seorang ekstrovert itu orang yang senang berbicara, aktif, banyak teman, dan tidak membosankan. Sedangkan seorang introvert adalah ia yang pendiam, tertutup, dan enggan berteman.
Padahal menurut Carl G. Jung, orang yang mencetus sifat itu untuk pertama kali, introvert dan ekstrovert adalah cara seseorang untuk "mengisi kembali" jiwanya, atau dengan kata lain cara untuk mengisi energi (baik tenaga maunya suasana hati) dalam dirinya.
Jadi, baik introvert maupun ekstrovert bisa sama-sama aktif ataupun pendiam. Hal yang membedakan keduanya adalah saat mereka butuh untuk mengembalikan energi diri. Seorang introvert akan memilih menyendiri, menikmati dan menghabiskan waktunya untuk sendiri. Seorang ekstrovert akan memilih bersosialisasi dengan orang lain, mereka mendapatkan kembali energinya dengan berbincang dengan orang lain.
Introvert bukanlah anti sosial. Introvert adalah sifat individu untuk mengembalikan energi diri dengan orientasi ke dalam, sedangkan anti sosial merupakan suatu gangguan kesehatan mental dimana si penderita cenderung mengabaikan eksistensi orang lain.
Jangan jadikan introvert sebagai alasan untuk menjauhkan diri dari lingkungan sosial.

Tidak ada komentar: