Asri Wulandari's Blog

Minggu, 27 Oktober 2019

Ansos Cerminan Sikap Introvert?
Oktober 27, 20190 Comments
Istilah Introvert, Extrovert dan Ambivert untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang psikolog dari Swiss, Carl Gustav Jung, dalam bukunya berjudul Psychologische Typen.

Namun banyak yang salah menangkap sifat-sifat individu yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung. Masih banyak yang mengira bahwa introvert sama artinya dengan anti sosial (ansos). Banyak orang mengklaim dirinya sebagai introvert dan membuat excuse untuk menarik diri dari pergaulan.

Kebanyakan orang menganggap bahwa seorang ekstrovert itu orang yang senang berbicara, aktif, banyak teman, dan tidak membosankan. Sedangkan seorang introvert adalah ia yang pendiam, tertutup, dan enggan berteman.

Padahal menurut Carl G. Jung, orang yang mencetus sifat itu untuk pertama kali, introvert dan ekstrovert adalah cara seseorang untuk "mengisi kembali" jiwanya, atau dengan kata lain cara untuk mengisi energi (baik tenaga maunya suasana hati) dalam dirinya.

Jadi, baik introvert maupun ekstrovert bisa sama-sama aktif ataupun pendiam. Hal yang membedakan keduanya adalah saat mereka butuh untuk mengembalikan energi diri. Seorang introvert akan memilih menyendiri, menikmati dan menghabiskan waktunya untuk sendiri. Seorang ekstrovert akan memilih bersosialisasi dengan orang lain, mereka mendapatkan kembali energinya dengan berbincang dengan orang lain.

Introvert bukanlah anti sosial. Introvert adalah sifat individu untuk mengembalikan energi diri dengan orientasi ke dalam, sedangkan anti sosial merupakan suatu gangguan kesehatan mental dimana si penderita cenderung mengabaikan eksistensi orang lain.

Jangan jadikan introvert sebagai alasan untuk menjauhkan diri dari lingkungan sosial.


Reading Time:

Senin, 21 Oktober 2019

Mencegah Self-Harm dengan Lebih Baik
Oktober 21, 2019 28 Comments
  (Ilustrasi oleh Asri Wulandari)  


Beberapa waktu belakangan seringkali ditemui akun sosial media yang memposting foto setelah ia melakukan self harm. Self harm sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, bahkan ada sekelompok orang yang memiliki kepercayaan bahwa menyakiti diri sendiri dapat digunakan sebagai pelepas kesedihan.

Kasus self harm banyak ditemukan pada anak usia ramaja, masa yang merupakan peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Menurut Hurlock (2006), masa remaja adalah masa dimana seseorang berada dalam masa yang penuh konflik, hal ini terjadi disebabkan oleh perubahan bentuk pada tubuh, pola pikir, dan peran sosial.

Perubahan-perubahan yang terjadi tentu menciptakan tekanan pada individu seseorang, yang kemudian besar kemungkinan dapat meningkatkan stres. Sebagian orang dapat survive dari masa peralihan ini, tapi tak sedikit pula yang belum mampu untuk beradaptasi dan mengatasi perubahan yang terjadi di hidupnya. Hal ini dapat menyakiti individu secara emosional, beberapa orang memilih untuk menyakiti dan melukai dirinya sendiri (self harm) demi menekan rasa sakit emosionalnya. Orang yang melakukan self harm kerap merasakan beban di benaknya menjadi ringan, sedikit lega karena rasa sakit yang dirasa berpindah ke tempat ia melukai dirinya.

Self harm adalah suatu bentuk perilaku yang dilakukan individu untuk mengatasi tekanan emosional atau rasa sakit secara emosional dengan cara menyakiti diri sendiri tanpa bermaksud untuk melakukan bunuh diri (Jenny, 2016; Klonsky dkk, 2011). Faktor pemicu self harm sangat beragam, baik datang dari internal maupun eksternal, bisa saja dimulai dari lingkungan keluarga, percintaan, bahkan lingkungan sekolah.

Dari banyak faktor, self harm adalah fenomena yang berkembang di kalangan remaja, sesuatu yang tidak dapat diabaikan. Individu yang berada dalam masa remaja adalah yang paling rentan dan membutuhkan dukungan dari orang tua, guru, konselor, dan dokter. Tahap peralihan dari anak-anak menjadi dewasa sudah penuh tekanan tanpa faktor-faktor lain seperti intimidasi, kekerasan dalam pacaran, tekanan akademis, dan tekanan keluarga.

Mencegah Self Harm

Ada beberapa dari banyak hal yang dapat kamu lakukan jika terlintas di pikiranmu untuk melukai diri sendiri.

1. Bernapas dalam-dalam
Breath deeply! Berikan sedikit space untuk dirimu bernafas. Ambil napas panjang, isi paru-parumu dengan banyak oksigen, tahan lalu keluarkan perlahan. Hope it’ll make you better.

2. Rasakan apa yang kamu rasakan dan menangis
Salah satu cara agar membuat dirimu membaik saat ada masalah ada merasakannya, kalau pun perlu kamu boleh menangis. It’s really okay to cry, menangis tidak akan membuat seseorang terlihay lemah dan menyedihkan, kok!

3. Menciptakan sesuatu atau berseni
Menciptakan sesuatu seperti menggambar, melukis, menulis cerita pendek, menulis puisi merupakan contoh kegiatan yang dapat membantu kamu untuk menuangkan segala emosi yang sedang kamu pendam.

4. Memainkan atau mendengarkan musik
Buatlah playlist berisi lagu-lagu yang dapat membuatmu nyaman, ini dapat sedikit membantumu dan mengalihkan dari pikiran untuk self harm. Selain itu, kamu juga bisa menyanyi atau menarik, bergerak dan lepaskanlah semua yang ada di benakmu.

5. Menulis surat untuk diri sendiri
Ingat saat-saat bahagiamu, apa cita-citamu, apapun yang menyenangkan untukmu. Tulis dalam sebuah kertas, saat merasakan dan berpikiran untuk melukai diri sendiri, kamu bisa membaca semua tulisan-tulisanmu. Katakan pada dirimu, “I deserve the world”, “I don’t deserve more pains”, “this feeling will pass”, atau sesuatu lainnya.

6. Menonton tayangan film favoritmu
Seperti halnya mendengarkan musik, ini mungkin dapat membantumu. Menonton video-video lucu juga dapat membuat dirimu menjadi lebih rileks.

7. Melakukan sesuatu kebaikan
Tiap orang miliki cara berbeda untuk melepas beban pikirannya, salah satunya mungkin ini. Berbuat kebaikan, membantu sesama, kamu mungkin bisa tersenyum saat melihat orang yang kamu bantu tersenyum.

8. Berbicara atau berkirim pesan dengan seseorang
Hal yang kamu butuhkan mungkin teman bicara, seseorang yang mendengarkanmu dengan baik. Tidak menghakimi, tidak membandingkan masalahmu dengan masalah orang lain, namun cukup mendengarkan. Kamu bisa bercerita dengan orang terpercayamu tentang apa yang kamu alami.

9. Ask for support
You are not alone. Mungkin orang-orang di sekitarmu tidak begitu baik, namun dari sekian banyak orang di dunia, masih banyak yang peduli. Meminta semangat dari orang lain mungkin bisa membuatmu menjadi lebih baik. Masih banyak orang baik yang pasti mau memberi sedikit dukungan moral dan emosional.

The Butterfly Project

The Butterfly Project sudah terkenal sejak beberapa tahun lalu. Gagasan utama terbentuknya proyeknini adalah untuk membawa kesadaran dan strategi alternatif bagi mereka yang ingin melukai diri sendiri (self harm).

Caranya cukup dengan menggambar kupu-kupu di kulit, tempat dimana seseorang sering menyakiti dirinya, misalnya pergelangan tangan atau paha. Kupu-kupu yang digambar merupakan perwakilan dari seseorang yang sangat disayang. Aturan mainnya, jangan memotong, menghapus paksa, atau pun melukai kupu-kupu tersebut. Biarkan ia hilang dan memudar dengan sendirinya.

Jika kamu melanggar aturan, menotong, menghapus atau melukai kupu-kupu tersebut —kupu-kupu yang mewakili orang tersayangmu—, artinya kupu-kupu itu telah mati. Namun, jika kupu-kupu itu berhasil menghilang dengan sendirinya berarti kamu telah membebaskan kupu-kupu tersebut, membebaskan dirimu dari tindak menyakiti diri sendiri.

Masih banyak orang yang belum aware terhadap self harm. Memposting foto self harm dapat memicu orang lain untuk melakukan hal yang sama, jadi bijaklah dalam memposting sesuatu, ya. Kenali dirimu sendiri, sadari apa pemicunya, sehingga jika suatu waktu pemicu itu datang dan kamu dapat mengatur emosimu.

Reading Time:

Kamis, 17 Oktober 2019

Maleficent, Keturunan Terakhir Phoenix
Oktober 17, 20190 Comments

(Spoiler Alert! Sebagian besar tulisan dalam artikel ini berisi bocoran film "Maleficent: Mistress of Evil. )

Reading Time:

Minggu, 13 Oktober 2019

Bermain dan Belajar Bersama Taman Wisata Matahari
Oktober 13, 20190 Comments




BOGOR (6/10/2019) --  Taman Wisata Matahari (TMW) adalah salah satu destinasi wisata yang terkenal di Bogor. Pada Minggu, 6 Oktober 2019, taman yang berada di Jalan Raya Puncak KM 77 Cilember, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat ini dikunjungi banyak wisatawan.

Lokasinya yang mudah dijangkau dan harga tiket masuknya yang murah membuat Taman Wisata Matahari menjadi pilihan para orangtua untuk membawa keluarganya berwisata. Banyak wahana yang disediakan di Taman Wisata Matahari seperti wahana air, wahana edukasi, wahana petualangan, dan wahana permainan.

“Mau ajak anak berenang, lalu sama saudara direkomendasikan ke sini, lagi pula harganya lebih murah daripada tempat lain, all in one pula,” kata Ranti, salah satu pengunjung Taman Wisata Matahari.

Wahana air khususnya waterpark dan perahu karet adalah wahana favorit di TMW, orang dewasa pun dapat menikmati terapi ikan yang ada dalam area wahana air. Selain itu, TMW juga menyediakan wahana belajar anak, seperti agro sawah, agro sayur, wisata edukasi penerbangan dan taman burung. Di taman dekat parkir juga terdapat banyak patung yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai hewan, hal ini dapat menjadi sarana belajar bagi anak untuk belajar mengenali hewan.

Di area TMW juga menyediakan wahana permainan layaknya arena hiburan keluarga yabf ada pada mall-mall besar. Sayangnya, untuk menikmati wahana ini perlu merogoh kocek lagi karena tidak termasuk dalam harga tiket masuk.

Reading Time:
Nostalgia Musik 90-an
Oktober 13, 20190 Comments



Dengan diadakannya acara bertajuk “Bogor Music 90”, warga Bogor diajak untuk bernostalgia dengan menyuguhkan lagu-lagu yang pernah hits pada tahun 90-an. Festival ini diadakan pada Sabtu, 5 Oktober 2019 bertempat di Parkiran Timur Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB, dimana para penonton yang hadir diajak untuk mengenang tentang permainan dan olahraga tradisional seperti egrang, congklak, biji karet, rangku, kelereng, bahkan ada balap karung yang biasa kita temui pada acara 17 Agustus-an. Permainan ini dimainkan dengan antusias oleh para pesertanya. Tak sia-sia, peserta yang berhasil memenangkan permainan akan membopong hadiah spesial yang telah disiapkan panitia acara.

Jam menunjukkan pukul 14.00 WIB, dua MC naik ke panggung menyapa para penonton yang telah hadir. Panas dan teriknya matahari tak menghalangi semangat penonton. Setelahnya, MC memperkenalkan penampilan pertama dari Hellwe. Tak hanya Hellwe, penonton pun diajak menari dan bernyanyi bersama band-band lokal lainnya seperti Doxology, He-Man, The Power Puff Boys, Hidden Message, Still Virgin, dan Ulika. Masing-masing membawakan beberapa lagu yang pernah hits pada masanya (tahun 90-an).

Hari semakin gelap, suasana tak sedetik pun senyap, penonton masih menunggu penampilan dari special guests. Sorak sorai makin terdengar saat satu persatu personel band Ten 2 Five naik ke atas panggung, di antara banyak lagu yang mereka bawakan, tak lupa mereka menyanyikan lagu berjudul “I Will Fly”.

I will fly into your arms and be with you till the end of time...” nyanyian vokalis Ten 2 Five, Imel yang diiringi oleh nyanyian emosional para penonton. Penonton makin terbawa suasana, bernostalgia dengan lagu yang menemani masa kecilnya.

Hingga tiba pada puncak acara, suara vokalis Sheila on 7 terdengar, Duta naik kepanggung, diikut ketiga teman satu bandnya, yaitu Brian, Eross, dan Adam. Semangat penonton makin membara, rindu akan penampilan dan lagu-lagu Sheila on 7 terobati berkat acara ini. Beberapa orang terdengar meneriaki nama sang vokalis, menunjukkan betapa bahagianya ia melihat sang idola.

Sheila on 7 menampilkan 11 lagu, tak hanya lagu hits era 90-an, lagu yang baru mereka rilis seperti “Film Favorit” pun turut dibawakan. Disela-sela pergantian lagu, Brian (drummer) dan Eross (gitaris) sempat memamerkan skill memainkan alat musik. Hal ini mengundang sorak sorai, siulan, dan decak kagum dari penonton.

Malam itu, parkir timur Stadion Pakansari dipenuhi dengan nyanyian ribuan orang, lagu hits 90-an dari yang bertemakan jatuh cinta hingga patah hati berhasil membawa penonton mengingat pahit dan manisnya masa lalu.

Reading Time:

@way2themes